5 Dampak Negatif Bermain Game Online

Dampak Negatif  – Ada banyak penelitian tentang pengaruh game terhadap perkembangan anak. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang positif tetapi ada juga banyak penelitian yang menunjukkan sebaliknya.

Para peneliti berpendapat bahwa terlepas dari apakah anak Anda bermain di konsol game portabel, laptop, tablet, atau smartphone, bermain game sering kali memiliki efek buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari.

 Damapak Negtif Game Online

Bermain game online saat bosan atau di waktu luang memang sangat menyenangkan.

Bermain Game Online juga bisa berdampak Buruk untuk kesehatan mental anda, Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan RI, game online tidak hanya dikatakan membuat ketagihan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai mengurangi Fungsi otak, dan fisik.

Efek buruk terlalu sering main game
Berikut beberapa Dampak Negatif yang bisa dialami anak-anak jika banyak bermain game.

5 Dampak Negatif Bermaain Game Online

1. Dampak Negatif Masalah kesehatan

Tahukah Anda bahwa Dampak Negatif bermain game ternyata dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis? Tanpa sepengetahuan Anda, bermain game sudah masuk ke dalam gaya hidup sedentary karena membuat Anda malas untuk beraktivitas.

Ya, saat bermain game, mata dan tangan Anda hanya fokus pada pekerjaan. Namun Anggota tubuh yang lain tidak bergerak.

BACA JUGA :   Dampak Positif Dan Negatif Bermain Game Online

Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, Anda lebih mungkin mengalami obesitas, kelemahan otot dan sendi, dan bahkan kehilangan penglihatan yang signifikan karena paparan cahaya biru dari layar perangkat.

Anda juga berisiko lebih banyak mengalami masalah kesehatan jika kebiasaan buruk ini disertai dengan pola makan yang buruk, merokok, atau minum alkohol.

Anda mungkin tidak merasakan bahaya langsung dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Efek dari kebiasaan buruk ini biasanya mulai terasa setelah bertahun-tahun membiasakan diri dengan rutinitas.

2.Dampak Negatif Prestasi akademik yang rendah di sekolah

Keseruan yang muncul Dampak Negatif saat bermain game sangat berbeda dengan hari-hari yang dimiliki anak-anak saat belajar di sekolah. Ya, jika anak-anak di sekolah umumnya merasa bosan dan tertekan, lain halnya ketika mereka bermain game.

Jika anak-anak sudah dalam tahap kecanduan game, mereka akan melakukan apa saja untuk bisa bermain game.

Akibatnya banyak anak yang tidak fokus saat menyerap pelajaran di kelas, malas belajar dan berani putus sekolah. Hal-hal tersebut menurunkan prestasi akademik anak di sekolah.

3. Dampak Negatif Penarikan diri dari kehidupan sosial

Anak-anak yang kecanduan Dampak Negatif game Online cenderung lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan tugas-tugas game yang mereka mainkan.

Hal ini tentunya akan berdampak negatif bagi kehidupan sosial anak di kemudian hari. Hal ini dikarenakan anak-anak lebih suka berinteraksi secara digital daripada di dunia nyata. Dalam istilah psikologis, kondisi ini disebut antisosial.

BACA JUGA :   Cara Mudah Membuat Akun Mobile Legend Baru Tidak Perlu Hapus Data

Asosial Ialah penarikan diri dan penghindaran sukarela dari setiap interaksi sosial. Orang antisosial cenderung acuh tak acuh terhadap orang lain dan sibuk dengan dunia mereka sendiri.

Anak antisosial biasanya kikuk saat diajak memulai percakapan dan cepat bosan saat diajak rapat dengan banyak orang.

4. Bertindak agresif

Konten kekerasan yang disajikan oleh banyak video game dapat menyebabkan anak menjadi tidak sabar dan bertindak agresif dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka sering marah dan mudah dihina ketika dilarang atau diminta berhenti bermain game, Dampak Negatif.

Hilangnya kontrol diri ini menyebabkan anak cenderung memprioritaskan mainan dalam hidupnya.

Akibatnya, anak-anak akan melakukan berbagai cara untuk dapat menyelesaikan keinginan mereka akan opium, terlepas dari konsekuensi dan risikonya. Termasuk perilaku agresif terhadap orang lain.

5. Gangguan jiwa

Kecanduan game ditandai ketika anak tidak lagi mampu mengontrol keinginan untuk bermain game. Akibatnya, anak memiliki keinginan untuk terus bermain game.

Berita buruknya adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana memasukkan kecanduan game sebagai kategori baru gangguan mental yang disebut gangguan game.

Hal ini didasarkan pada fenomena meningkatnya kasus kecanduan game dari seluruh dunia.

Rencananya adalah agar gangguan permainan dimasukkan dalam kategori luas “gangguan mental, perilaku, dan perkembangan saraf,” khususnya dalam subkategori “penyalahgunaan zat atau gangguan perilaku adiktif.”

Para pakar ahli kesehatan sepakat kecanduan bermain game sama hal nya dengan dampak kecanduan narkoba.

BACA JUGA :   Game Online PC Terbaik Dan Terpopuler

Leave a Comment