Apa Itu Ban Vulkanisir dan Ciri-Cirinya

Ban Vulkanisir – Selain ban asli pabrik, ada jenis ban lain yang sering dipilih orang Indonesia untuk mengungguli harga, yang disebut vulkanisir. Banyak orang menggunakan ban ini karena lebih murah daripada ban pabrik atau baru.

Berikut ini adalah deskripsi ban vulkanisir dengan kutub negatif saat digunakan pada sepeda motor.

Apa Itu Ban Vulkanisir

Vulkanisir adalah ban asli dengan motif batik yang ditipis atau botak, namun dilapis ulang dengan bahan karet berserat berbeda yang sudah memiliki pola berbeda untuk membuat ban lama terlihat seperti baru.

Ciri-ciri Ban Vulkanisir

Setelah diproses dan diselesaikan, ban ini biasanya memiliki tampilan dan desain yang sangat mirip dengan ban aslinya. Namun, perbedaan antara ban palsu dan ban asli terletak pada kekuatannya.

Selain itu, perbedaan yang paling mudah digunakan sebagai penanda adalah panjangnya sisa karet yang lebih pendek yang biasa ditemukan pada ban baru. Ban asli yang baru ditandai dengan sisa karet yang lebih panjang.

Keistimewaan lainnya adalah harga ban palsu lebih murah dibandingkan harga ban Orosinil. Ban yang diproduksi ulang harganya setengah dari harga ban asli. Simbol keempat adalah logo penanda keausan atau lokasi ITW. Untuk ban baru, logo berada di tepi yang berdekatan dengan tapak ban, sedangkan untuk ban ini, logonya sejajar dengan alur ban.

BACA JUGA :   Spesifikasi Harga Terbaru dan Fitur All New CB150R USD 2021

Bahaya Menggunakan Vulkanisir

Tentu saja, karena berbeda dengan ban biasa, ban daur ulang tidak sekuat ban aslinya. Dikatakan bahwa kekuatan ban sangat berbeda dengan ban asli karena umur ban ini dapat dihitung dalam hitungan minggu. Dengan penggunaan jangka panjang atau sehari-hari, kerontokan rambut samping batik kembali lebih cepat.

Selain itu, tingkat kenyamanan ban tidak sebaik ban aslinya. Anda tidak benar-benar merasakannya saat pertama kali menggunakannya, tetapi setelah beberapa saat Anda merasa kurang nyaman. Tak hanya itu, karena tapaknya hanya satu lapis, ban ini sangat mudah ‘bunting’ atau terlihat menggumpal, terutama saat digunakan di jalan yang tidak rata.

Negatif lain dari regenerasi ban adalah keseimbangan motor terbatas. Ini karena ketidakseimbangan pada tapak ban atau hanya karena pemasangan manual.

Jadi, meski harganya mahal, lebih baik mengutamakan ban asli karena lebih awet dan umur pakainya lebih lama dari pada ban vulkanisir.

Leave a Comment