Belajar Motor Kopling, Hindari Kesalahan Berikut!

Mengendarai sepeda motor kopling bisa dikatakan sulit dan mudah. Apalagi jika Anda sudah terbiasa menggunakan motormatic. Namun, bukan berarti belajar mengendarai sepeda motor bertransmisi manual tidak mungkin dilakukan. Namun, ada beberapa kesalahan yang harus diperhatikan.

Sebagai pemula, perhatikan kesalahan-kesalahan berikut yang sering dilakukan saat belajar kopling sepeda motor: Jadi selain menghindari kecelakaan, Anda bisa menjaga mesin dan bahan bakar Anda awet.

Daftar kesalahan Saat Belajar Motor Kopling

Setidaknya ada empat kesalahan yang harus dihindari pemula saat mengendarai sepeda motor manual. tidak ada?

1. Jangan Menurunkan Gigi Motor Saat Menanjak

Pernahkah Anda merasa sepeda motor Anda macet di tanjakan? Ini adalah salah satu alasannya. Cukup angkat motor kopling dengan ringan dan lupa menurunkan gigi saat akan menanjak. Misalnya, di gigi ke-4.

Akhirnya motor terasa berat. Jadi, jangan lupa untuk menurunkan gigi. Ya, kecepatan motor bisa stabil saat naik! Semakin curam kemiringannya, semakin rendah giginya.

2. Tekan Tuas Motor Kopling Terlalu Sering

Kebiasaan mengendarai motor matic selalu membuat jari-jari tangan kiri waspada dan cenderung sering menekan tuas kopling. Anda tidak dapat melakukan ini. Meski terkesan sepele, jika terlalu sering memegang tuas kopling, kanvas kanan mesin motor bisa terjepit dan memanas. Selain membuat kanvas cepat aus, juga bisa menekan kecepatan motor.

BACA JUGA :   Motor Yamaha FZX 150, XSR155 Dengan Kearifan Lokal Vrindapan

Kebiasaan ini sering muncul bahkan saat motor sudah berhenti bergerak. Misalnya di lampu merah. Akibatnya, jika pengendara terus melaju tanpa downshifting, motor akan berhenti lagi. Untuk berhenti, tuas kopling harus dinetralkan.

3. Terlalu Cepat Saat Turun

Kesalahan berikutnya adalah menuruni bukit dengan kecepatan tinggi. Nah, motor kopling atau disebut juga dengan motor manual biasanya dilengkapi dengan engine brake untuk penggunaan di jalan menurun, sehingga Anda tidak akan kaget saat mengendarainya. Aman menggunakan stop atau gigi ke-3. Mengapa? Gigi yang lebih rendah membatasi kecepatan motor. Namun di gigi tinggi, motor bisa mengembara seperti teman baik yang ingin mencuri gebetan Anda.

4. Turunkan Gigi Saat Berbelok

Refleksi yang menurunkan gigi saat berbelok pasti ada. Namun, menurut saya ini tidak direkomendasikan untuk pemula karena hanya akan kehilangan stabilitas motor. Masalahnya adalah downshifting menempatkan roda belakang sepeda motor pada risiko karena penyaradan pada akhirnya dapat menyebabkan sepeda motor keluar jalur dan kegagalan mesin sering kali mengejutkan.

Namun, jika sepeda motor dilengkapi dengan kopling bantu dan slipper, pengendara tidak akan merasakan efeknya. Assist clutch berfungsi untuk mencegah kehilangan tenaga, dan slipper clutch berfungsi untuk mencegah roda belakang sepeda motor selip atau selip saat sepeda motor turun ke gigi ekstrim. Jadi ada baiknya untuk memastikan motor Anda memiliki perangkat yang satu ini.

BACA JUGA :   Pengertian, Manfaat dan Jenis Asuransi Mobil 2021

Sekarang kami ingin Anda mengetahui dan menghindari kesalahan umum yang dilakukan pemula. Jangan lupa untuk memakai helm agar keselamatan berkendara menjadi prioritas utama.

Leave a Comment