3 Risiko Telat Membayar Premi Asuransi, Wajib Tau!

Premi Asuransi – Dengan terdaftar sebagai anggota asuransi, Anda menyetujui hak dan kewajiban yang Anda miliki dengan perusahaan asuransi. Ini memastikan bahwa Anda mendapatkan hasil maksimal dari asuransi Anda dan prosesnya berjalan lancar. Salah satu kewajiban Anda adalah membayar premi atau iuran tepat waktu. Jangan sampai terlambat membayar premi.

Risiko Telat Membayar Premi Asuransi

Status Keanggotaan Diblokir

Jika Anda terus melakukan pembayaran terlambat dan gagal membayar premi asuransi Anda, skenario terburuknya adalah keanggotaan Anda akan dinonaktifkan. Artinya, asuransi yang Anda miliki tidak bisa lagi digunakan untuk pelayanan medis.

Sesuai dengan ketentuan polis standar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pembayaran premi atau premi asuransi harus dilunasi dalam waktu 30 hari. Jika Anda terus terlambat untuk jangka waktu tertentu di luar waktu itu, keanggotaan Anda akan dibatalkan secara otomatis.

Akibatnya, Anda harus mengasuransikan ulang dari awal dan mematuhi kewajiban yang disepakati dengan perusahaan asuransi. Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda harus selalu membayar premi asuransi tepat waktu. OKE!

Keanggotaan Asuransi Ditangguhkan Sementara

Membayar premi Anda tepat waktu adalah tugas terpenting tertanggung. Keterlambatan pembayaran premi akan mempengaruhi keanggotaan.

Perusahaan asuransi akan menangguhkan sementara keanggotaan Anda sampai Anda membayar premi asuransi atau kontribusi yang Anda setujui. Jika status keanggotaan Anda tidak aktif, asuransi Anda tidak akan tersedia atau klaim Anda akan ditolak.

BACA JUGA :   Ketahui 4 Prinsip Asuransi Syariah Yang Begitu Menarik

Hal ini juga berlaku bagi mereka yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan. Sesuai dengan Perpres No. 2011, tanggal 28 Februari 2016, terkait jaminan kesehatan, apabila peserta BPJS terlambat satu bulan dari iuran iuran atau iurannya, pertanggungan peserta akan dihentikan sementara.

Jaminan ini akan diaktifkan kembali setelah pembayaran semua tunggakan secara penuh dan iuran tepat waktu. Setelah itu, Anda hanya bisa menggunakan layanan kesehatan yang ditanggung BPJS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Denda Premi Asuransi

Waspadalah terhadap denda bagi mereka yang lebih memilih untuk membayar premi asuransi mereka terlambat. Termasuk mereka yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Sesuai Perpres No. 2011, terhitung sejak 28 Januari 2016, batas pembayaran premi asuransi yang terkait dengan jaminan kesehatan adalah 30 hari. Jangan khawatir. Tidak ada penalti untuk membayar tagihan premi BPJS Anda.

Namun, setelah membayar tunggakan, kartu BPJS tidak dapat digunakan untuk layanan rawat inap 45 hari setelah kartu BPJS diaktifkan kembali. Jika Anda memerlukan layanan rawat inap yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan dalam waktu 45 hari, Anda akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari total biaya dikalikan jumlah bulan tunggakan.

Misalnya, Anda terdaftar sebagai peserta BPJS Perorangan Kelas I dan pembayaran iuran Anda tertunda 3 bulan. Anda kemudian harus dirawat di rumah sakit dengan total biaya Rp 20 juta. Oleh karena itu, Anda akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari total tunggakan, sehingga denda yang harus Anda bayarkan adalah sebesar Rp 1,5 juta.

BACA JUGA :   Pengetahuan Dasar Yang Harus Di Pahami Sebelum Membeli Paket Asuransi Jiwa

Sebagai solusinya, Anda harus menunggu 45 hari setelah kartu BPJS kesehatan diaktifkan kembali. Dengan begitu, Anda bisa lancar menggunakan layanan rawat inap tanpa harus membayar denda apapun.

Leave a Comment