Perbedaan Saham Dan Reksadana: Info Khusus Investor Pemula

TWIBBONK.com – Perbedaan Saham Dan Reksadana: Info Khusus Investor Pemula. Untuk pemula, mendengar tentang saham dan reksa dana hampir sama. Tapi jangan salah karena ada perbedaan di antara keduanya.

Lebih baik menabung di saham atau reksa dana daripada deposito berbunga rendah. Secara umum, dua hal ini sangat membingungkan, terutama bagi investor pemula. Agar tidak bingung memilih yang mana, berikut perbedaan keduanya.

Perbedaan Saham Dan Reksadana

Saham

Anda dapat membeli perusahaan hanya dengan 100.000. bagaimana? Saat anda membeli saham anda sama saja dengan membeli perusahaan dengan perbandingan persen. Dengan cara ini, Anda sudah dapat dianggap sebagai salah satu dari banyak pemegang saham perusahaan.

Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang didirikan dan menawarkan sahamnya kepada investor. Banyak perusahaan besar ternama menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki sahamnya, dan pasti ada tujuan untuk membeli dan menjual saham tersebut, salah satunya untuk meningkatkan nilai jual perusahaan tersebut.

Namun, penting untuk diketahui bahwa pemegang saham juga menerima keuntungan atau keuntungan dari perusahaan yang menguntungkan, yang disebut dividen dan dibagikan oleh perusahaan tertentu setiap tahun.

BACA JUGA :   Tips Ampuh membeli Saham Secara Tepat 2021

Kami memperdagangkan saham melalui agen perantara yang disebut broker. Oleh karena itu, broker adalah sebutan lain dari agen yang menghubungkan antara penjual dan pembeli.

Untuk membeli saham suatu perusahaan, beberapa syarat harus dipenuhi. Misalnya salah satunya mematok harga rekening saham mulai 3 jutaan yang sangat terjangkau bagi pelajar atau mahasiswa.

Tips Membeli Saham Dan Reksadana Perusahaan

  • Beli saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar 100 triliun atau lebih.
  • Membeli saham bank dari saham unggulan atau perusahaan terkenal saat ini (misalnya BBCA, BMRI, BBRI,
  • BBNI)
  • Jangan lupa juga untuk membeli saham di perusahaan grup LQ45 (45 perusahaan direkomendasikan untuk membeli berdasarkan kinerja). Biasanya LQ45 diperbarui setiap 3-6 bulan.
  • Beli saham secara bertahap dan jual secara bertahap. Hal ini dilakukan karena Anda mengharapkan harga turun dan naik.

Reksadana

Mirip seperti saham, tapi disini kita sebagai investor akan menaruh uang kita di treasury manager. Manajer keuangan kami sangat handal dalam mengelola uang kami sehingga selalu menguntungkan.

Penting untuk memilih reksadana yang tepat karena bukan hanya uang kita yang disimpan, tetapi juga uang orang lain.

Ada beberapa jenis reksa dana, berikut daftarnya.

  • Reksadana Konvesional
  • Reksadana Saham
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Pasar uang
  • Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF)
  • Reksadana Syariah

Perbedaan Saham dan Reksadana

1. Beresiko

Seperti dijelaskan di atas, reksadana dikelola oleh pengelola yang ahli di bidangnya, sedangkan saham dikelola secara mandiri tanpa perantara. Jadi dalam hal masalah risiko, reksadana kurang berisiko dibandingkan saham.

BACA JUGA :   Wajib Ketahui Cara Perhitungan dari Current Ratio Dalam Saham

Dibandingkan dengan mereka yang sedikit pengalaman (jika Anda seorang pemula), risiko yang Anda ambil lebih besar karena Anda memiliki pengalaman yang lebih sedikit daripada seorang manajer investasi.

2. Tingkat Hasil

Tentu saja, dalam hal pengembalian, saham memiliki pengembalian yang lebih tinggi daripada reksadana. Mengapa? Sementara kami mengelola saham kami sendiri dan mengambil keuntungan sendiri, reksadana dikelola oleh manajer investor kami, jadi kami menggunakan layanan orang lain dan semua layanan memerlukan biaya. Jadi kita harus membayar manajer investor.

3. Kemudahan

Untuk kenyamanan, reksa dana adalah jawabannya. Alasannya karena tidak perlu memantau pasar, jadi dalam hal saham, Anda harus memantau pergerakan saham setiap saat.

Setiap momen penting bagi pemegang saham, tetapi dalam reksa dana, Anda dapat yakin bahwa mereka hanya memantau pekerjaan manajer keuangan dan mereka adalah orang-orang tempat mereka bekerja.

4. Buka Rekening

Untuk saham, membuka rekening berarti mendaftar di perusahaan sekuritas seperti BCA Securities, Mirae Securitas, India Premier Securities, dll.

Dan untuk setoran awal, jumlah yang dipersyaratkan harus disetorkan untuk setiap agunan, dan jumlah setoran minimum berbeda untuk setiap agunan.

Untuk reksa dana, Anda bisa mulai berinvestasi dengan minimal Rp100.000. Ada juga Rp 10.000 tergantung produk reksa dana. Juga, mendaftar lebih mudah daripada akun saham.

5. Pajak

Untuk saham, investor biasanya dikenakan pajak final sebesar 0,1% yang sudah termasuk biaya penjualan. Pajak 10% dibebankan pada saat menerima dividen dan secara otomatis dipotong ketika dividen dibayarkan.

BACA JUGA :   Penjelasan Tentang IHSG Untuk Memulai Investasi Saham

Di sisi lain, dalam kasus reksa dana ekuitas, keuntungan yang kita peroleh tidak dikenakan pajak, jadi pendapatan kita dibebaskan.

Artikel Seputar Tentang Trading Anda Bisa Membacanya di Sini : www.twibbonk.com

Artikel terupdate tentang informasi menarik dan sangat bermanfaat dari Twibbonk.com, Ayo bergabung dan Ikutin chanel Telegram dengan Klik Link https://t.me/twibbonk Agar tidak ketinggalan dengan berita terupdate dari Twibbonk.com Selamat bergabung terima kasih.

Leave a Comment