Berikut Ini 5 Investasi Terpopuler di Indonesia Yang Harus kamu Ketahui!

TWIBBONK.com – Berikut Ini 5 Investasi Terpopuler di Indonesia Yang Harus kamu Ketahui! Berinvestasi adalah salah satu cara yang paling tepat untuk melindungi dan meningkatkan kekayaan Anda. Di balik investasi itu, ada risiko yang berbanding lurus dengan tingkat pengembaliannya.

Siapapun bisa berinvestasi. tanpa pandang bulu. Apakah Anda kaya atau miskin, muda atau tua, Anda dapat memperoleh keuntungan dari investasi Anda.

Sebelum belajar tentang investor, kenali dan pahami jenis-jenis investasi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengurangi potensi kerugian dan memilih kerugian yang tepat untuk setiap profil risiko.

Jenis Investasi di Indonesia

1. Investasi Jangka Pendek

Seperti namanya, investasi ini dilakukan dalam waktu singkat kurang dari lima tahun. Tujuan investasi jangka pendek, biasanya termasuk uang untuk pernikahan, liburan, atau darurat.

Untuk investasi jangka pendek, sebaiknya Anda menempatkan uang anda yang berisiko rendah, likuid atau mudah dilikuidasi seperti emas, deposito berjangka, reksa dana pasar uang jangka pendek, obligasi pemerintah atau ORI.

Jadi, kapanpun Anda butuh uang atau butuh uang mendesak, Anda bisa menjual emas, menarik simpanan atau menjual reksa dana. Berinvestasi dalam produk berisiko rendah dan jangan mengharapkan pengembalian besar.

BACA JUGA :   Pengertian Cut Loss dalam Trading dan Investasi Saham

Tingkat pembelian, atau tingkat pengembalian, dari produk yang berisiko rendah adalah minimal. Misalnya, rata-rata return reksa dana pasar uang jangka pendek sekitar 4-6% per tahun.

2. Investasi Jangka Panjang

Ini adalah kebalikan dari investasi jangka pendek. Investasi ini cocok bagi Anda yang memiliki tujuan finansial masa depan, seperti membeli rumah, membiayai pendidikan anak, atau pensiun.

Namun, ingatlah bahwa pengembalian sebanding dengan risikonya. Misalnya, ada lebih banyak saham dengan pengembalian tahunan 12-15%.

Daftar Instrumen Investasi Paling Populer di Indonesia

1. Deposito

Deposito berjangka adalah produk simpanan di bank yang memungkinkan penyetoran dan penarikan hanya untuk jangka waktu tertentu. Biasanya tenornya 1-24 bulan.

Tidak seperti tabungan, di mana Anda dapat menarik dengan bebas kapan saja, termasuk jumlah berapa pun. Deposito berjangka dibagi menjadi deposito berjangka dan deposito berjangka, deposito berjangka atau deposito jangka pendek, dan deposito berjangka kurang dari satu tahun.

2. Reksa Dana

Reksa dana tidak disahkan oleh pemerintah dan tidak termasuk produk perbankan. Reksa dana adalah produk yang melimpahkan pengelolaan dananya kepada Manajer Investasi (MI) yang memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Saham

Berinvestasi dalam saham adalah jenis yang dikenal sebagai ‘risiko tinggi, pengembalian tinggi’. Ini berarti bahwa investasi ini membawa tingkat risiko yang tinggi tetapi menawarkan pengembalian yang tinggi.

BACA JUGA :   Pengertian Dan Fungsinya Dari Bid dan Offer Dalam Trading

Keuntungan berinvestasi saham sangat bergantung pada pergerakan pasar dan kinerja perusahaan yang memegang saham tersebut.

Itulah mengapa kita memiliki istilah capital gain (keuntungan dari kenaikan harga saham) dan capital loss (kerugian dari penurunan harga saham).

Sebaliknya, keuntungan berinvestasi saham berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar dan kinerja perusahaan yang membeli saham tersebut. Misalnya, Rp. Saham perusahaan pertambangan dengan harga Rp 1.000. Beli 20jt.

4. Emas

Investasi emas sangat mudah dilikuidasi. Ini dikenal sebagai safe haven. bisa anda coba membeli emas saat harga murah dan menjual saat harga mahal agar mendapatkan keuntungan yang lebih.

Jika Anda membutuhkan investasi, Anda harus membeli emas batangan daripada permata. Secara umum, perhiasan emas secara signifikan lebih mahal untuk diproduksi dibandingkan dengan nilai emas jika dibebankan pada saat pembelian, tetapi dapat mengalami kerugian saat penjualan kembali tidak diperhitungkan.

5. Peer to peer lending

Berinvestasi atau membiayai fintech peer-to-peer (P2P) pinjaman menjadi tren di kalangan milenial. Pengembalian yang relatif tinggi dibandingkan dengan bunga deposito 18% per tahun.

Modalnya sangat terjangkau, mulai dari Rp100.000, dan proses investasinya sangat mudah di platform fintech loan pilihan Anda. Pastikan pada pinjaman Fintech terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel Seputar Tentang Bisnis Anda Bisa Membacanya di Sini : www.twibbonk.com

Artikel terupdate tentang informasi menarik dan sangat bermanfaat dari Twibbonk.com, Ayo bergabung dan Ikutin chanel Telegram dengan Klik Link https://t.me/twibbonk Agar tidak ketinggalan dengan berita terupdate dari Twibbonk.com Selamat bergabung terima kasih.

BACA JUGA :   Konsep Pasar Yang Dapat Membantu Kembangkan Usahamu

Leave a Comment