Ayo Pahami.! Konsep Asuransi Agar Bisa Membeli Produk Asuransi Terbaik

TWIBBONK.com – Ayo Pahami.! Konsep Asuransi Agar Bisa Membeli Produk Asuransi Terbaik. Konsep asuransi adalah pembatasan atau ketentuan Produk asuransi yang harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik antara penanggung dan tertanggung sebagaimana ditentukan dalam kontrak atau polis asuransi. Konsep asuransi ini berlaku untuk semua jenis asuransi, termasuk asuransi umum, asuransi jiwa, dan asuransi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar Anda memahami konsep – konsep Produk asuransi sebelum Anda mendapatkan polis Produk asuransi. Konsep asuransi adalah sebagai berikut:

1. Insurable Interest

Secara umum, seseorang yang memenuhi syarat untuk Produk asuransi properti (apa yang ditanggung) harus memiliki kepentingan keuangan yang sah (hukum) atas apa yang diasuransikan. Misalnya, Anda dapat mengasuransikan orang yang memiliki hubungan keluarga seperti istri, anak, dan orang tua. Untuk hubungan bisnis seperti kreditur dan debitur.

2. Utmost Good Faith

Konsep ini mensyaratkan bahwa tertanggung dan penanggung memiliki konsep kejujuran atau itikad baik. Keduanya harus mengungkapkan (disclose) tentang apa yang ditanggung (subyek tertanggung). Itikad baik disini menuntut kedua belah pihak untuk memberikan informasi yang detail dan akurat.

3.Proximate Cause (Penyebab Efektif/ Utama)

Ini hanya didefinisikan sebagai penyebab utama kerugian awal. Misalnya, ada rangkaian peristiwa yang menyebabkan kerugian dalam satu peristiwa. Misalnya, sebuah rumah terbakar dan atapnya ambruk. Kemudian pada malam hari, hujan deras menyebabkan banjir dan merusak furnitur. Oleh karena itu, dalam hal ini tertanggung tidak dapat menuntut perabotan yang rusak karena tertanggung harus berharap untuk memindahkan perabotan ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA :   Jenis - Jenis Asuransi yang Wajib Dimiliki Sebelum Bencana Alam Datang

4. Ganti Rugi (Indemnification)

Ganti rugi dapat diartikan sebagai kompensasi, atau konsep kompensasi finansial, yang mengamankan posisi keuangan tertanggung segera sebelum terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian. Misalnya, Pak A membeli produk asuransi kebakaran seharga Rp untuk rumahnya. 100 juta won, asuransi 100 juta won. 70 juta, yang merupakan 70% dari nilai sebenarnya. Jika suatu hari terjadi kebakaran, ganti rugi Pak A sebesar Rp. 70 juta. Jika kebakaran menghanguskan separuh rumah, kerugiannya Rp. Jika Anda membayar Rp 50 juta, asuransi akan menanggung 70% dari nilai kerugian (Rp 50.000.000), yaitu Rp. $35 juta dan sisanya ditanggung oleh Bapak A. Reimbursement dapat dilakukan dengan beberapa cara:

• Tebus secara tunai, yaitu tunai berdasarkan kontrak.

• Perbaikan, yaitu penggantian berdasarkan perbaikan.

• Restorasi, yaitu penggantian dengan produk baru.

• penggantian, yaitu relokasi kerugian yang terjadi;

5. Subrogasi

Artinya, peralihan hak dari tertanggung kepada penanggung setelah penanggung mengganti kerugian. Jika perusahaan Produk asuransi (perusahaan asuransi) membayar ganti rugi atas kerusakan total kendaraan, puing-puing kendaraan yang rusak atau kendaraan tertanggung yang hilang atau ditemukan kembali menjadi milik perusahaan asuransi. Dalam contoh lain, jika mobil A ditabrak mobil B dan rusak, perusahaan asuransi mengganti kerugian A, tetapi hak A untuk menuntut B beralih ke perusahaan asuransi.

6. Kontribusi

Seperti halnya asas subrogasi, asas atribusi merupakan hasil dari asas penggantian. Asas atribusi berkaitan dengan adanya satu atau lebih polis yang memberikan perlindungan Produk asuransi bagi subjek tertanggung yang sama kepada tertanggung. Misalnya Pak A memiliki mobil seharga Rp. 500 juta rupiah untuk dua perusahaan asuransi, nilai asuransi perusahaan asuransi X adalah Rp. 330 juta won, dan nilai asuransi perusahaan asuransi Y adalah Rp. 2 juta won, jika hilang atau rusak Rp. 200 juta won untuk mobil tersebut, dan jumlah ganti rugi yang diterima oleh Bapak A adalah sebagai berikut:

BACA JUGA :   Alasan Penting UKM Wajib Menggunakan Mobile Payment di Masa Pandemi

• Perusahaan Asuransi X : Rp. 3 juta/Rp. 5 juta x Rp. 200 juta = Rp. 120 juta

• Perusahaan Asuransi Y : Rp. 2 juta/Rp. 5 juta x Rp. 200 juta = Rp. 80 juta

Artikel Seputar Tentang Asuransi Anda Bisa Membacanya di Sini : www.twibbonk.com

Artikel terupdate tentang informasi menarik dan sangat bermanfaat dari Twibbonk.com, Ayo bergabung dan Ikutin chanel Telegram dengan Klik Link https://t.me/twibbonk Agar tidak ketinggalan dengan berita terupdate setiap hari nya dari Twibbonk.com Selamat bergabung terima kasih.

Leave a Comment