Ketahui.! Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen

TWIBBONK.com – Ketahui.! Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen. Pandemi tampaknya mengubah cara pandang anak muda saat ini dalam berinvestasi. Dulu, sisa gaji digunakan untuk konsumsi, tapi sekarang sudah mulai dialihkan untuk investasi saham. Untuk membuktikan suatu perusahan yang sangat profesional dengan pemilik saham yang sangat dermawan.

Ketika sebuah perusahaan memperoleh atau mendapatkan keuntungan dari bisnisnya, para pemegang saham perusahaan dapat memperoleh keuntungan sesuai dengan persentase kepemilikan mereka. Dividen adalah keuntungan atau kerugian tergantung pada kenaikan atau penurunan harga saham.

Pemula disarankan untuk mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis saham yang ada dalam dunia investasi. Diantaranya adalah saham biasa dan saham preferen yang memiliki banyak perbedaan.

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen

Bagi yang ingin terjun ke dunia investasi sebaiknya memahami terlebih dahulu perbedaan kedua jenis saham ini. Kedua jenis ini lebih menguntungkan dan lebih mudah dikelola. Penasaran? Nah, simak ulasannya!

Apa itu Saham Preferen dan Saham Biasa?

gabungan antara obligasi dan saham biasa itu lah yang di sebut dengan saham preferen. Dividen saham preferen merupakan pendapatan tetap dan tidak memiliki jatuh tempo. Saham preferen dianggap aman karena tergolong berisiko rendah dan memiliki harga yang lebih tinggi dari saham biasa.

BACA JUGA :   Panduan Langkah Mudah Memasarkan Bisnis Anda Di Media Sosial

Penempatan urutan terkhir pada saat perusaahn failit bisa di sebut dengan saham biasa. Pembagian dividen tidak tetap jumlahnya dan tidak dapat diprediksi, tetapi pemegang saham biasa dapat berpartisipasi dalam RUPS. Risiko memiliki saham biasa sangat tinggi dan rentan terhadap inflasi.

Apa ciri-ciri saham preferen dan saham biasa?

Karakteristik Saham Pilihan:

  • Selain tidak memiliki tanggal jatuh tempo, pemegang saham juga berhak menerima dividen.
    Dalam hal likuidasi atau pembubaran perseroan, pemegang saham berhak terlebih dahulu membayar seluruh nilai nosional sahamnya, setelah kreditur.
  • Ketika sebuah perusahaan berkinerja baik, pemegang saham lebih mungkin untuk mendapatkan ekstra dari distribusi laba perusahaan, bahkan jika mereka telah menerima dividen yang ditetapkan.
    Jika perusahaan bangkrut, ia akan menerima bagian yang lebih besar dari kekayaan perusahaan daripada saham biasa setelah semua kewajiban startup dilunasi.

Karakteristik Berbagi Umum:

  1. Dividen dibayarkan selama perusahaan mendapat untung.
  2. Anda dapat berpartisipasi dalam GMS dan memiliki 1 suara dan 1 saham.
  3. Dalam hal terjadi likuidasi atau pembubaran perseroan, pemegang saham biasa mempunyai hak final untuk membagikan kekayaan perseroan setelah seluruh kewajiban perseroan dilunasi.
  4. Tanggung jawab terbatas pada klaim yang sesuai dengan kepentingan kepemilikan.
  5. Dividen dibagikan sesuai dengan keputusan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham.

Apa kelebihan saham preferen dan saham biasa?

Saham preferen memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Bahkan jika perusahaan bangkrut, dividen tetap diprioritaskan.
  • Nilai dividen yang diterima dari saham preferen lebih besar daripada saham biasa.
BACA JUGA :   Tips Mudah Bisnis Kuliner untuk Pemula Dengan Modal Minim

Saham biasa memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Tidak ada tenggat waktu
  • Kinerja perusahaan transparan dan dapat dipantau oleh BEI.

Apa kelemahan saham preferen dan saham biasa?

Saham preferen memiliki kelemahan sebagai berikut:

  • Saham preferen lebih berfluktuasi jika dibandingkan dengan harga obligasi.
    saham ini tidak membutuh hak paksaan dividen, saham prefern ini juga akan di gunakan saat perusahaan membutuh kan dan sedang terdesak.

Pemilik saham preferen menanggung semua kewajiban karena dan karena perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.

Saham biasa memiliki kelemahan sebagai berikut:

Ini dapat mengancam kendali yang dipegang oleh pemegang saham utama.
Munculnya masalah keagenan yang meningkatkan biaya keagenan karena adanya konflik antara karyawan dan kelompok seperti pemilik perusahaan, manajer bisnis atau manajer.

Leave a Comment