Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis

TWIBBONK.com – Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis. Peran UMKM di indonesia sangat pernting dalam Sektor Perekonomian. Memang, selama krisis moneter 1998, ketika kondisi ekonomi memburuk tajam dan banyak industri runtuh, UMKM masih tangguh untuk bertahan dari krisis.

Di Indonesia sendiri, UKM menyumbang 99% dari seluruh bisnis di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 26,26 juta usaha mikro dan menengah (UKM) di Indonesia.

Lantas, perusahaan mana saja yang bisa digolongkan sebagai usaha mikro dan menengah (UKM)? Menurut undang-undang nomor 20 Februari 2008, suatu usaha dapat digolongkan sebagai UMKM dan ada tiga kriteria.

  • Usaha mikro, aset usaha sampai dengan Rp. 50 juta, dan maksimum tahunan Rp. Rp. Untuk 300 juta.
  • Usaha mikro, dimana aset usaha Rp50 juta atau lebih dan kurang dari Rp500.000.000,00. Sementara
  • penjualan di atas Rp 300 juta per tahun tetapi kurang dari Rp 2,5 miliar.
    UKM, di mana aset bisnis lebih dari Rs 500 juta dan kurang dari Rs 10 miliar. Sementara penjualan di atas Rp 2,5 miliar per tahun tetapi kurang dari Rp 50 miliar.

Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis kecil-kecilan, ada baiknya mengetahui kelebihan dan kekurangan UKM. Mengetahui dua hal ini dapat memberi Anda pertimbangan dan analisis pribadi untuk melihat apakah proyek yang Anda rencanakan sesuai dengan prospek di lapangan.

Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis

Kelebihan Usaha mikro Menengah (UMKM)

Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis. Tidak seperti perusahaan lama atau perusahaan besar, UMKM lebih fleksibel dan mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Metode setup juga cepat dan mudah dengan serangkaian keunggulan:

1. Inovasi yang fleksibel dan mudah sesuai perkembangan zaman

Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis. Perusahaan besar biasanya memiliki pertimbangan yang ketat untuk mengubah cara mereka bekerja atau berinovasi sesuatu yang baru. Karena pengelolaannya yang tidak terstruktur, keputusan UMKM untuk berinovasi sepenuhnya berada di tangan pemiliknya.

Oleh karena itu, ketika ada tren baru di pasar, UKM akan mudah beradaptasi dengan situasi pasar.

2. mengikuti bidang usaha sesuai minat

Pengusaha yang membangun UMKM dapat menjalankan usaha sesuai dengan minat dan kesukaannya.

Dalam bisnis yang menguntungkan, pekerjaan umumnya lebih sukarela daripada upaya paksa.

3. Mudah untuk memulai tanpa modal besar

Karena cakupannya yang mikro, calon pengusaha yang ingin memulai UMKM tidak membutuhkan modal yang besar. Dengan sedikit uang, Anda bisa memulai bisnis sesuai bidang yang ingin Anda geluti.

4. Kebebasan Harga

Produk dan komoditas UMKM yang diperdagangkan secara bebas tanpa proses yang rumit diberi harga. Bagaimanapun, pemilik usaha adalah pemilik aset dan kekayaan UMKM.

BACA JUGA :   5 Bidang Akuntansi Beserta Penjelasannya Yang Wajib Kamu Ketahui!

Kekurangan UKM

Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis. Kelebihan UMKM di atas juga bisa menjadi kekurangan yang jika tidak ditangani dengan baik dapat merugikan usaha mikro itu sendiri. Berikut ini adalah kelemahan usaha mikro dan menengah (UKM) dibandingkan dengan usaha besar:

1. Kurangnya Keahlian dan Keterampilan

Usaha mikro biasanya tidak memiliki profesional yang terampil. Akibatnya, produk atau barang dagangan yang dihasilkan cenderung berkualitas buruk. Tidak ada SOP yang jelas yang membuat pekerjaan usaha kecil tidak rapi seperti mengelola perusahaan besar.

Kurangnya keahlian dan keterampilan juga cenderung membuat analisis pasar UMKM mengikuti tren atau melayani kebutuhan wiraswasta. Inilah salah satu alasan mengapa UKM tidak berkembang.

2. Modal mikro mengakibatkan minimnya anggaran dan pembiayaan.

Dana UMKM biasanya hanya berasal dari uang pemilik usaha. Hal ini menyebabkan kurangnya pendanaan UMKM.

Akibatnya, anggaran dana harus diatur seefisien mungkin untuk memenuhi kebutuhan dan kelancaran usaha. Bukan tidak mungkin jika pengelolaan keuangannya tidak rapi, bahkan usaha mikro menengah pun akan tutup.

3. Secara umum, manajemen tidak stabil.

Kurangnya tenaga kerja terampil pada umumnya menghalangi usaha mikro dan menengah untuk mengelolanya secara andal. Pengusaha memiliki kendali penuh atas UMKM.

Keputusan biasanya berjalan dalam satu arah, dari atas ke bawah. Bagi pemilik usaha mikro UMKM adalah hal yang sangat mutlak. Selain itu, SOP produk atau jasa tidak rapi dan terkesan tidak konsisten.

BACA JUGA :   Ide Bisnis Hidroponik Dari Hobi Bercocok Tanam 2021

4. Kompetisi

Ayo Ketahui! Kelebihan dan Kekurangan UMKM Sebelum Mulai Berbisnis. Ketika sebuah bisnis mendapatkan popularitas di pasar, biasanya banyak bisnis mikro serupa yang menirunya. Itu sebabnya kami memiliki istilah bisnis musiman.

Di era mahasiswa membutuhkan seragam, tiba-tiba banyak bermunculan jasa konveksi kecil-kecilan. Pesaing UMKM sangat kompetitif untuk menarik sejumlah mikro pelanggan.

Persaingan tidak hanya dapat terjadi antara perusahaan mikro dan menengah, tetapi juga dengan perusahaan besar. Bisa dipastikan kualitas produk UMKM akan menurun jika petahana memproduksi produk yang sama.

Leave a Comment