Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau!

TWIBBONK.com – Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau! Saat ini ada berbagai alternatif investasi, antara lain obligasi dan saham. Meski kedua cara tersebut terlihat sama karena digunakan sebagai sarana pembiayaan baru oleh pemerintah atau korporasi, ternyata ada berbagai aspek yang membedakan keduanya. Perbedaan antara obligasi dan saham adalah fungsi, harga produk pada saat diperdagangkan, masa berlaku, kepastian memperoleh keuntungan, pajak yang harus dibayar, keuntungan nominal, dan kebijakan pada saat likuidasi. Investor perlu mengetahui perbedaan antara obligasi dan saham untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau! Pengertian dari obligasi dan penjelasan terlengkap nya bisa anda baca di bawah ini. Sebagai imbalannya, investor menerima bunga dan kupon untuk setiap periode dan membayar kembali pokok pinjaman pada saat jatuh tempo. Di sisi lain, saham merupakan bukti kepemilikan investor atas suatu perusahaan berdasarkan saham yang dimilikinya.

Sebelum membahas perbedaan antara obligasi dan saham, investor perlu memahami dengan baik perbedaan karakteristik yang membedakan obligasi dari saham.

Karakteristik Obligasi

Nilai nominal obligasi

Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau! Nilai nominal adalah pokok yang terutang oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi atau investor. Nilai nominal dinyatakan dalam lembar obligasi. Penerbit obligasi juga harus memperhitungkan jumlah penerbitan obligasi, yang ditentukan oleh arus kas, permintaan uang, dan kinerja bisnis.

BACA JUGA :   Rekomendasi Ide Bisnis Digital Masa Depan Cerah 2021

Jatuh Tempo Obligasi

Jatuh tempo adalah periode di mana penerbit obligasi membayar kembali utangnya kepada pemegang obligasi. Setiap obligasi yang diterbitkan memiliki jangka waktu antara 1 hingga 10 tahun.

Klaim Aset dan Klaim Pendapatan

Karena penerbit obligasi harus menjual aset untuk melunasi utangnya, pemegang obligasi berhak mengajukan klaim aset dan klaim pendapatan jika penerbit obligasi ditandai pailit dan wanprestasi.

Rasio Kupon Obligasi

Tingkat kupon adalah bunga yang berhak diterima oleh pemegang obligasi secara berkala selama periode waktu tertentu. Penerbit obligasi harus membayar bunga kepada pemegang obligasi dalam jumlah nominal dan jangka waktu pembayaran yang disepakati, seperti jangka waktu satu bulan, tiga bulan atau satu tahun.

Kontrak obligasi

Kontrak adalah kontrak antara penerbit obligasi dan wali amanat, yaitu agen pemegang obligasi. Kontrak obligasi berisi hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh penerbit dan pemegang obligasi. Kontak obligasi adalah perlindungan bagi pemegang obligasi.

Current Yield

Hasil Lancar adalah tingkat bunga yang diterima pemegang obligasi selama lebih dari satu tahun atas harga obligasi. Selanjutnya muncul istilah Yield to Maturity. Ini adalah hasil obligasi pada saat jatuh tempo.

Rating

Peringkat kredit adalah peringkat obligasi yang menunjukkan tingkat risiko obligasi. Anda bisa melihat angka 2 dan 3 obligasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi antara lain pendapatan perusahaan, kepastian pendapatan, dan rasio utang perusahaan. Peringkat obligasi yang lebih tinggi berbanding terbalik dengan risiko obligasi, sehingga semakin tinggi peringkat obligasi, semakin rendah risikonya. Akibatnya, bunga yang ditawarkan obligasi dengan peringkat lebih tinggi cenderung lebih rendah.

BACA JUGA :   Ayo Kenali.! Apa Itu WebTrader dan Jenis - jenisnya

Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau!

Dilihat dari fungsi obligasi dan saham

Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau! Dengan mengacu pada pengertian, obligasi adalah surat berharga yang berupa surat utang dan saham merupakan bagian dari penyertaan modal dalam suatu perusahaan.

Dilihat dari harga transaksi saham dan obligasi

Harga jual obligasi tidak terpengaruh oleh kondisi politik dan ekonomi, sehingga harganya tetap konstan. Berbeda dengan obligasi, harga saham berfluktuasi karena rentan terhadap perubahan kondisi politik dan ekonomi.

Dilihat dari masa berlaku obligasi dan saham

Obligasi memiliki jangka waktu tetap di awal kontrak, sehingga kepemilikan obligasi terbatas hingga jatuh tempo. Di sisi lain, saham tidak memiliki jangka waktu dan dapat dimiliki setiap saat selama saham tersebut tidak dijual.

Dilihat dari kepastian pendapatan

Pemegang obligasi mendapatkan keuntungan dalam bentuk kupon atau bunga, serta pembayaran kembali pokok, sedangkan pemegang saham mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen.

Dinilai menjadi keuntungan besar

Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi dan Saham, Wajib Tau! Karena jumlah pendapatan obligasi adalah tetap pada saat kontrak awal, itu tidak terpengaruh oleh keadaan perusahaan, dan pendapatan obligasi mungkin tidak sebesar pendapatan saham.

Dilihat dari pajak yang ditanggung oleh investor

Perbedaan Dari Karakteristik Obligasi Saham, Wajib Tau! Karena pembayaran obligasi diklasifikasikan sebagai beban perusahaan, pemegang obligasi tidak bertanggung jawab atas pajak. Di sisi lain, dividen dibebankan kepada pemegang saham karena dividen termasuk dalam pendapatan perusahaan.

BACA JUGA :   Membeli Reksadana di Bank Untuk Aset Masa Depan

Leave a Comment