Ketahui Ciri-Ciri Shockbreaker Pada Motor Rusak 2021

TWIBBONK.com – Ketahui Ciri-Ciri Shockbreaker Pada Motor Rusak 2021, semua sepeda motor harus dilengkapi dengan peredam kejut pada roda depan dan belakang. Fungsinya untuk memberikan kenyamanan saat mengendarai sepeda motor. Saat shock breaker rusak, kenyamanan otomatis berkurang. Lantas, apa saja ciri-ciri shockbreaker sepeda motor yang rusak?

1. Kebocoran minyak Shockbreaker pada motor

Salah satu ciri dari shockbreaker yang rusak adalah kebocoran oli pada tabung shock breaker. Hal ini menunjukkan adanya kebocoran pada shockbreaker. Masalah ini tidak hanya terjadi pada shock belakang, tetapi juga pada shock depan.

Kebocoran oli dapat terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya karena motor kelebihan beban. Sekali dua kali mungkin tidak masalah. Namun, membawa beban berat terlalu sering dapat menyebabkan masalah ini.

Bahkan kebiasaan membawa sepeda motor yang ugal-ugalan pun bisa menyebabkan shockbreaker bocor. Hal ini biasanya terjadi karena sepeda motor melewati pit atau melewati gundukan kecepatan. Kondisi jalan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan shockbreaker.

Jika Anda sering berkendara di jalan yang tidak rata dan rusak, disarankan agar shock breaker Anda diservis secara berkala, setiap 20.000 km atau setiap dua tahun. Servis tersebut bertujuan untuk mengganti oli shock breaker dan memeriksa kerusakan pada shock breaker.

Jika kerusakannya terlalu parah, jangan ragu untuk mengganti shock breaker. Shockbreaker memang tidak murah, tapi selama motor nyaman dikendarai, tidak masalah.

BACA JUGA :   5 Cara Merawat Mesin Mobil Tetap Prima

2. Suara dentuman shockbreaker pada motor

Ciri selanjutnya dari shock breaker sepeda motor yang rusak adalah suara menderu saat sepeda motor melewati pit, speed bump atau jalan yang tidak rata. Bila ini terjadi, berarti suspensi tidak bekerja maksimal.

Motor shock breaker dibagi menjadi beberapa komponen. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda. Salah satunya adalah musim semi. Komponen-komponen ini bertanggung jawab untuk menciptakan ayunan rebound saat motor melintasi berbagai medan jalan.

Jika shock breaker normal, pegas akan berayun hingga 2 rebound. Namun, jika shock breaker rusak atau oli bocor, hanya pegas yang beroperasi, sehingga kickback dapat diulang.

3. Kecepatan motor tidak stabil

Salah satu fungsi dari shock breaker adalah untuk menjaga kestabilan sepeda motor. Oleh karena itu, jika motor berjalan tidak stabil, shockbreaker pada motor bisa rusak. Hal ini dapat terjadi dengan shock anterior atau shock belakang.

Mungkin tidak terlalu mencolok saat dikendarai pada kecepatan rendah. Namun, jika Anda mengemudi dengan cepat, Anda akan merasa goyah, tidak stabil, atau tidak stabil. Untuk mengatasi hal tersebut, kita perlu melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap kebocoran oli atau masalah lainnya.

Leave a Comment